65 Ha Sawah Petani Gagal Panen

0
2 views
Bupati OKU Timur H Lanosin saat meninjau lokasi sawah yang gagal panen.

RADAR PALEMBANG – Selama dua kali tanam, petani yang ada di Desa Kumpul Rejo Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, selalu mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan serangan hama tikus hingga mengakibatkan tanaman padi mengalami amblas.

Untuk itu, Bupati OKU Timur H Lanosin memberikan semangat kepada masyarakat Desa Kumpul Rejo dengan mengajak berdialog dan diskusi bersama petani yang tertimpa gagal penen selama dua musim, serta memberikan solusi yang menjadi permasalahan.

Melalui diskusi yang berlangsung di sekitar areal pertanian terdampak, Bupati dan masyarakat  bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang mengakibatkan gagal panen di atas lahan seluas sekitar 15 hektare selama dua musim tanam padi.

Selain lahan tersebut, dilokasi terpisah-pisah dan masih dalam Desa Kumpul Rejo, setidaknya ada 50 hektare sawah lagi yang mengalami gagal panen, dengan permasalahan serupa, yakni serangan hama tikus dan amblas.

Diakui Lanosin, sebagai pemimpin, dirinya yang bersalah apabila ada masyarakatnya yang mengalami bencana gagal panen seperti ini. Untuk itu, ia tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi menimpa masyarakat Desa Kumpul Rejo. “Sayalah yang paling berdosa kalau ini terus terjadi. Bagaimana caranya, akan saya carikan solusi supaya petani dapat panen seperti di tempat lain,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pihaknya secepatnya harus dapat melakukan pemetaan daerah mana saja yang juga mengalami hal serupa, baik itu karena hama tikus ataupun hama lainnya. Sehingga, langkah kongkrit dapat segera diambil oleh pemerintah.

Begitu halnya dengan permasalahan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk. Menurut Bupati, penambahan kuota pupuk bersubsidi juga tidak akan mengatasi masalah. Namun, perlu dicarikan solusi dengan menggunakan pupuk alternatif, yakni pupuk organik. “Melalui Program food estate dan bantuan pengolahan tanah, akan menjadi desa percontohan,” tegasnya.

Bupati juga mengaku prihatin dengan masyarakat yang mengalami gagal panen, dari areal seluas lebih dari 60 hektare, hanya ada 13 hektare yang tercover dalam asuransi pertanian. Untuk itu, pihaknya akan mendorong perluasan cakupan asuransi pertanian. Sehingga areal pertanian yang terdampak gagal panen ataupun bencana akan mendapatkan ganti rugi.

“Ke depan, asuransi akan diperluas lagi. Saya harap petani dapat bersabar. Dengan adanya usaha dan kerjasama dengan pemerintah akan dapat menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian OKU Timur H Tubagus Sunarseno menambahkan, pihaknya melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah berupaya menanggulangi serangan hama tikus. Menurutnya, tidak serentaknya masa tanam menjadi salah satu penyebab terjadinya serangan hama tikus.

“Upaya pemberantasan hama tikus sudah dilakukan melalui gerakan bersama pemberantasan hama tikus, dan kami mendorong petani untuk ikut asuransi,” paparnya.(awa)