AC Milan Juara SuperCoppa Italiana 2016

0
0 views

 

 

 

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Skuat muda AC Milan besutan Vincenzo Montella baru saja menjuarai Supercoppa Italiana 2016 dengan mengalahkan Juventus lewat adu penalti di Doha. Kesuksesan ini merupakan buah dari mental baja dan keyakinan kuat para pemainnya.

Sebelum laga, Montella mengatakan kepada semua anak buahnya bahwa mereka harus percaya kalau mereka lebih kuat dari Juventus. Mereka mengusung keyakinan itu ke atas lapangan dan berhasil mewujudkan target untuk menjadi juara.

“Target kami adalah juara. Kami harus berkembang jadi lebih baik, dan sudah melakukannya selama beberapa bulan terakhir. Itu adalah kemenangan yang pantas, yang kami raih lewat perjuangan sampai tetes keringat terakhir,” kata Montella seperti dikutip Football Italia.

“Kami mengawali dengan sedikit tegang, tapi bisa mengatasinya. Sebelumnya, saya minta para pemain agar yakin bahwa mereka lebih kuat dari Juventus, karena hanya mereka yang merasa kuatlah yang bisa mencapai semua tujuan. Sekarang, dengan bangga saya katakan, mereka memang lebih kuat.”

Milan sempat tertinggal oleh gol Giorgio Chiellini di menit 18, tapi bisa membalas lewat Giacomo Bonaventura menit 38. Skor 1-1 tak berubah hingga habis waktu normal dan extra time. Adu penalti pun digelar. Kiper Gianluigi Donnarumma berjasa besar dengan mengagalkan eksekusi Paulo Dybala, sebelum kemudian Mario Pasalic jadi algojo penentu kemenangan Milan.

Milan keluar sebagai juara. Ini adalah trofi pertama Rossonerisejak tahun 2011. “Saya turut berbahagia untuk para pemain, karena kami sudah membangun sebuah tim yang solid, dan itu juga termasuk mereka yang jarang bermain. Saya bahagia untuk Presiden Silvio Berlusconi, yang begitu peduli pada trofi ini, untuk Adriano Galliani dan para suporter Milan, yang setelah bertahun-tahun akhirnya bisa merayakan gelar juara.”

“Ini adalah fondasi kami untuk jadi lebih baik lagi di masa depan.” Trofi diangkat bersama oleh Ignazio Abate dan kapten Riccardo Montolivo yang cedera. Gelandang muda Manuel Locatelli juga tampak tak kuasa membendung air matanya di lapangan.

“Itu adalah momen yang emosional bagi semua orang. Saya yakin, banyak dari mereka yang akan mengenang momen tersebut seumur hidupnya. Ini juga momen penting bagi saya, karena ini adalah trofi pertama saya sebagai pelatih, setelah sebelumnya kalah di dua final,” pungkas Montella.

Piala Super Italia 2016 bisa jadi trofi terakhir Silvio Berlusconi di AC Milan. Maka wajar kemenangan Milan di ajang itu dipersembahkan untuk Berlusconi. Berlusconi terus dikabarkan akan melego Milan ke konsorsium asal China dan prosesnya sampai saat ini terus berlangsung. Berbulan-bulan isu penjualan Milan terus bermunculan di media-media Italia.

Tapi sampai saat ini Berlusconi dan pihak pembeli belum menemukan kata sepakat. Kabarnya pihak pembeli dari Negeri Tirai Bambu masih mengumpulkan uang untuk proses pembelian tersebut.

Apapun itu, Berlusconi sampai saat ini masih tercatat sebagai pemilik Milan yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade. Sederet trofi bergengsi sudah diberikan Berlusconi yang juga menjadikan Milan sebagai salah satu klub top dunia.

Trofi ke-29 untuk Berlusconi datang ketika Rossonerimemenangi duel dengan Juventus dalam ajang Piala Super Italia di Doha, Qatar, Sabtu (24/12/2016) dinihari WIB. Usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Milan menang 4-3 dalam drama adu penalti.
Tak ada orang yang lebih pantas mendapatkan gelar selain Berlusconi karena mungkin saja Piala Super Italia tahun ini akan jadi trofi terakhirnya di Milan. “Tentu saja menyenangkan bisa memenangkan laga ini dengan seluruh pemain Italia, tapi ada juga pemain asing. Rasanya hebat sekali, sulit dijelaskan!,” ujar kiper Milan, Gianluigi Donnarumma, seperti dilansir Football Italia.

“Kami menginginkan kemenangan ini dan meraihnya dengan kerja keras. Kami mempersembahkannya untuk Presiden. Kami tidak tahu apakah ini akan jadi trofi terakhirnya, tapi kami mendedikasikan untuknya,” sambung kiper 17 tahun tersebut.

(foti/gia)