Akses Irigasi Lematang Tertutup Longsor

0
1 views
Kepala UPTD KPH Wilayah X Dempo beserta tim melakukan pengawasan hutan lindung terhambat akibat longsor

RADAR PALEMBANG – Kawasan irigasi Lematang yang berada di daerah Hutan Lindung Kelurahan Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah rawan terjadinya bencana longsor. Seperti yang terpantau pada Selasa (15/6), akses menuju lokasi bendung tertutup longsor.

Informasi yang dihimpun, akses sepanjang beberapa kilometer menuju lokasi bendungan irigasi nyaris tak bisa dilalalui. Lantaran, beberapa titik lokasi badan jalannya tertutup material tanah akibat longsor.

Menurut keterangan Kepala UPTD KPH Wilayah X Dempo Pagaralam  Heri Mulyano, temuan longsor yang menutupi akses jalan menuju bendung saat petugas melakukan pengawasan rutin di kawasan hutan lindung. “Ya, awalnya kita bersama tim KPH akan melakukan pengecekan kondisi hutan di sekitar Irigasi Lematang yang rencananya akan melakukan penghijauan. Namun perjalanan kita terhambat karena akses menuju ke lokasi tertutup material longsor,” beber Hery.

Lanjut dia, ada dua titik longsor menutupi badan jalan  menuju bendungan Lematang. Longsor terjadi akibat kondisi lahan telah kritis alias tak ada lagi pohon pohon disekitar akses jalan. Belum lagi memang kondisi medan di lokasi memang tebingan terjal. “Lokasi longsor yang menutup badan jalan memang berada di kawasan hutan atau lindung,” beber dia.

Hery juga menegaskan, memang ada beberapa hektar hutan di kawasan bendungan (Irigasi Lematang) ini perlu dilakukan penanaman kembali karena lahannnya sudah kritis (rusak). “Dengan adanya penghijaun kembali paling tidak bisa mengurangi dampak kerusakan. Dan bisa memulihkan kembali fungsi hutan di kawasan Daerah Irigasi Lematang,” ulasnya.

KPH selain rutin memantau perkembangan hutan lindung juga melakukan patroli hutan mengawasi alih fungsi hutan jangan sampai gundul. “Selan itu juga menjadi pendamping program Hutan kemasyarakatan (HKM) agar tidak disalahgunakan,” ujar dia seraya mengatakan Pagaralam merupakan  daerah hulu atau merupakan bagian dari paruh-paruh dunia sehingga kawasan hutan harus dijaga kalau tidak bisa menimbulkan bencana alam di bagian hilir sebagai terkena dampak terbesar. (edi)