Brantas Pinjol Ilegal, Kuatkan Literasi

0
0 views
Ilustrasi Pinjaman Online

RADAR PALEMBANG Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semuel A Pangerapan menegaskan, solusi utama memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini kian marak adalah meningkatkan literasi masyarakat.

Menurut Semuel, terdapat dua jenis literasi yang harus diberikan. Pertama, literasi data pribadi mengenai pembelajaran tata cara melindungi data pribadi, peningkatan pemahaman mengenai data pribadi, serta meningkatan pemahaman mengenai dampak apabila data pribadi bocor dan disalahgunakan.

Kedua, kata Semuel, yaitu literasi keuangan, seperti pengenalan tentang penggunaan fintech secara bijak dan pengelolaan keuangan yang cermat pada era digital. Upaya meningkatkan literasi masyarakat ini harus dilakukan bersama, termasuk oleh perusahaan fintech.

“Kunci efektif memberantas pinjol ilegal adalah meliterasi masyarakat. Kalau masyarakatnya tidak lagi menggunakan (layanan) pinjol ilegal, pasti nanti (pinjol ilegal) mati sendiri,” tegas Semuel Pangerapan dalam acara Zooming with Primus (ZwP) bertajuk Mencari Solusi Penanganan Pinjol Ilegal yang disiarkan langsung di Beritasatu TV, Kamis (22/7).

Semuel menjelaskan, selain memasifkan gerakan literasi tentang perlindungan data pribadi dan literasi keuangan, kerangka regulasi perlu dihadirkan untuk memberikan norma pelaksanaan praktik fintech dan acuan sanksi bagi pelanggarannya. Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengakui, banyak masyarakat menjadi korban pinjol ilegal karena tingkat literasinya masih rendah.

Mereka tidak melakukan pengecekan legalitas saat melakukan pinjaman. Kondisi itu diperparah oleh terbatasnya pemahaman terhadap pinjol. Sejak 2018 hingga Juli 2021, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 3.365 pinjol ilegal. Mayoritas server dari pinjol ilegal berada di luar negeri. “Server pinjol ilegal yang ada di Indonesia hanya 22%,” tutur dia. (seg)