Dihadiri 3.500 Pengusaha Sumatera, Sosialisasi Tax Amnesty

0
1 views

 

 

RADAR PALEMBANG, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus turun tangan langsung untuk melakukan sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amensty. Hari ini, Jokowi akan melakukan sosialisasi tax amnesty kepada pengusaha di Medan, Sumatera Utara.
Dalam keterangannya, Kamis (21/7/2016), Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan sosialisasi akan digelar di Hotel Santika Medan. Selain arahan dari Jokowi, acara sosialiasi tersebut juga diagendakan untuk diisi dengan sejumlah pemaparan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Sebelumnya, Jokowi telah mengawali sosialisasi kebijakan tax amnesty tersebut di Surabaya pada 15 Juli 2016. Saat itu, Jokowi menyebut Undang-Undang tax amnesty merupakan ruang bagi warga negara Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara. “Yang uangnya ada di dalam negeri di-‘declare‘ yang uangnya ada di luar dibawa masuk. Ini persaingan antar negara. Ini kesempatan bagi semuanya untuk berpartisipasi terhadap negara,” kata Presiden kala itu.
Masyarakat wajib pajak beretnis Tionghoa mendominasi bangku hadirin ruang aula Hotel Santika Dwiyandra, Medan, dalam acara sosialisasi kebijakan Tax Amnesti atau Pengampunan Pajak kepada wajib pajak seluruh Sumatera oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis (21/7/2016).

Masyarakat etnis Tionghoa tampak hadir sejak dari barisan bangku paling belakang hingga paling depan. Ta dan muda, laki-laki dan perempuan. Dominasi mereka pun menjadi bahan pergunjingan di bangku hadirin lainnya. Pergunjingan mengarah kepada asumsi bahwa perekonomian Indonesia secara dominan digerakkan oleh masyarakat etnis Tionghoa. “Gimanalah. Memang mereka (masyarakat etnis Tionghoa) pulak yang menguasai ekonomi. Kita mau bilang apa,” ucap salah seorang hadirin.

Dalam acara ini, diperkiraka kurang lebih 3.500 pengusaha yang berada di Pulau Sumatera turut hadir. Selain pengusaha, hadir juga para pejabat, termasuk Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I/BB, dan Kapolda Sumut.

Dalam rilis yang disampaikan oleh protokoler kepresidenan, disebutkan bahwa Jokowi ingin secara langsung menyampaikan kepada seluruh wajib pajak yang didominasi oleh pengusaha yang berada di Pulau Sumatera, untuk memanfaatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh kebijakan amnesti pajak yang dibuatnya.

Melalui pengampunan pajak yang berlaku hingga 31 Maret 2017, pemerintah memberikan kesempatan bagi semua wajib pajak dari seluruh kalangan, termasuk tentunya pengusaha dan wajib pajak besar untuk mendapatkan penghapusan atas pokok pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan, dan sanksi pidana di bidang perpajakan.

Untuk mendapatkan semua keuntungann tersebut, wajib pajak hanya perlu membayar sejumlah uang tebusan dengan tarif yang menurut pemerintah sangat ringan. Adapun batas waktu Amnesti Pajak ini tidak akan diperpanjang. Hingga berita ini diturunkan, Presiden Jokowi sendiri belum hadir. Ia dikabarkan masih dalam perjalanan dari Bandara Kualanamu, Deliserdang, menuju Medan. (wdl/wdl)