Dihantam Kudeta dan Komit Sebagai Oposisi, Elektabilitas Demokrat Mentereng

0
15 views
Ilustrasi Partai Demokrat

Oleh :  Zarkasih

Pada Bulan Februari tahun ini publik dikejutkan dengan desakan Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat oleh kader dan mantan kader Demokrat untuk menjatuhkan kepengurusan sah dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

KLB hanya berjalan setengah hari kurang lebih tersebut dinilai abal-abal karena dari syarat saja KLB tersebut tidak sah.

Meski dinilai abal-abal namun pendukung Moeldoko tetap mengajukan kepengurusan baru kepada Kemenkumham namun Kemenkumham menolak kepengurusan yang diajukan oleh kubu Moeldoko sehingga kepengurusan dibawah kepemimpinan AHY tetap kepengurusan yang sah sebagaimana yang diakui oleh pemerintah.

Karena kudeta tersebut kepercayaan publik kepada Demokrat semakin tinggi, itu tergambar dari sejumlah hasil lembaga survei yang memperlihatkan elektabilitas Demokrat semakin mentereng karena kian mendekati poisi PDIP dan Gerindra.

Bukan hanya isu kudeta saja namun Demokrat mengambil posisi yang tepat karena Demokrat menjadi oposisi pada pemerintahan Jokowi-Maruf Amin dengan tagline Berkoalisi Dengan Rakyat.

Sejumlah kritik, saran dan masukan  dilontarkan oleh para kader Demokrat baik di DPR maupun diluar sehingga dengan kritik yang disampaikan sangat tepat karena saat ini hanya PKS dan Demokrat yang mengambil sikap sebagai oposisi.

Kritik, yang disampaikan direspon oleh publik karena kritik yang disampaikan tidak lain sebagai perbaikan kinerja bagi pemerintah terutama yang bersentuhan langsung dengan publik.

Salah satunya kritik yang disampaikan bagaimana pemerintah melakukan penanganan bencana non alam yaitu covid 19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dampak covid 19 tidak hanya menelan korban jiwa meninggal dunia namun juga berdampak langsung terhadap ekonomi, pengangguran kian meningkat, pendidikan, sosial dan lainnya.

Untuk itu Demokrat tidak hanya juga memberikan contoh kepada partai politik dengan menggulirkan program bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid 19 diantaranya memberikan bantuan sembako, bantuan kepada pelaku UMKM dan program lainnya.

Demokrat juga memotong gaji para anggota DPR RI, Provinsi maupun kabupaten kota untuk secara bergotong royong berkontribusi langsung untuk membantu rakyat dimasa pandemi saat ini, kemudian secara pribadi para wakil rakyat dari Demokrat memberikan bantuan.

Kudeta yang dialami oleh partai menjadi pelajaran bagi seluruh anak bangsa bahwa demokrasi unjuk tombak perjalanan bangsa ini kedepan, dan Demokrat telah menyelamatkan demokrasi di negeri.

Meski dikudeta namun Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY tetap menerapkan politik santun dan sopan sehingga ini menjadi magnet bagi Demokrat untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia.

Dari apa yang dialami dan dijalani oleh partai Demokrat selama ini dinilai sangat positif oleh masyarakat sehingga elektabilitas Demokrat kian tak terbendung, jika ini terus dijaga dengan baik bukan tidak mungkin Demokrat akan meraih kemenangan pada agenda politik tahun 2024 mendatang. (Zar)