Diler Berharap Relaksasi PPnBM Diperpanjang

0
diler-berharap-relaksasi-ppnbm-diperpanjang
Ilustrasi salahsatu dealer mobil di Palembang

RADAR PALEMBANG – Berdasarkan aturan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) berakhir pada akhir Desember. Belum ada kepastian dari pemerintah pusat bahwa aturan tersebut akan diperpanjang atau tidak.  Dalam keterangan resminya, Sri Mulyani menjelaskan kalau kebijakan tersebut masih dalam pengawasan pemerintah. Perlu ada kajian lebih lanjut sebelum memutuskan apakah diskon PPnBM 2022 akan diperpanjang atau tidak.

“Untuk PPnBM mobil belum diputuskan. Presiden minta dikaji lagi terutama tentu dikaitkan apakah demandnya sudah meningkat cukup bagus. Jadi masih akan kita lihat,” ucap Sri Mulyani.

Mencermati perkembangan tersebut, Kepala Cabang Daihatsu Plaju, Gusyandri  mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan diperpanjang atau tidak keputusan tersebut.

“Kami juga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai ini sebab hingga sekarang belum ada  turun kebijakannya,” katanya. Namun, sambung dia, untuk konsumen yang transaksi pada Desember di kenakan harga rileksasi PPnBM 2021.

Namun untuk awal Januari ini , pihaknya mengaku belum melakukan transaksi karena menunggu. “Intinya kita belum  berani, mudah-mudahan 2 hari ini beres. Nanti kami informasikan kalau sudah ada,” ucap dia.

Kendati begitu, Gusyandri pun berharap agar ada percepatan informasi terkait kebijakan tersebut sehingga bisa memikat konsumen. “Kami sebenarnya  sangat berharap akan ada perpanjangan mengingat kebijakan tersebut sangat membantu dan mendorong penjualan terutama masa pandemi ,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Tunas Auto Graha, Hadi Maryanto menambahkan, pihaknya pun masih menunggu kebijakan yang menjadi angin segar industri otomatif tersebut. “Kami juga masih menunggu. Sebab hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut,” ucap dia.

Hadi mengatakan, konsumen yang transaksi di awal tahun ini di hold sampai menunggu keputusan. Selain masih awal tahun juga karena khawatirnya  ketika menerapkan PPnBM ternyata ada kebijakan baru. “Kami harapan secepatnya sehingga bisa rilis harga,” sebut dia.

Hadi menambahkan, kebijakan tersebut sangat mendorong penjualan unit di TAG. Karenanya pihaknya berharap agar dia perpanjangan rileksasi. “Semoga diperpanjang sehingga bisa membantu masyarakat,” ujar. (dav)