Dinas PPPA Sumsel Gelar PATBM

0
5 views
Kegiatan Penguatan dan pengembangan Perlindungan anak Terpadu berbasi Masyarakat (PATBM) Tahun 2021 di kabupaten PALI

RADAR PALEMBANG –  Memperkuat jaminan hak anak agar tetap terpenuhi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan  Penguatan dan pengembangan Perlindungan anak Terpadu berbasi Masyarakat (PATBM) Tahun 2021 di kabupaten PALI belum lama ini.

Kegiatan tersebut dihadiri kepala Dinas PPPA provinsi Sumatera Selatan diwakili kepala DPPKBPPPA kabupaten PALI, Dra Yenni Nopriani serta sejumlah staff pada pada dinas tersebut.

Dijelaskan Yenni Nopriani bahwa perlindungan anak merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Desa/Kelurahan Peduli Anak merupakan desa dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, yang dilakukan bersama oleh perangkat desa dengan kelompok masyarakat dan anak yang ada di desa,” ujar Yenni

Ditambahkan Yenni bahwa perlindungan anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dibentuk dengan tujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat dan bagaimana penerapan perlindungan anak dilakukan di tingkat desa/kelurahan.

“Untuk itu Pelaksanaan PATBM perlu dimonitor dan diperlukan penguatan serta pengembangan kepada para anggota PATBM agar fungsi PATBM dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari kegiatan Penguatan dan Pengembangan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu berbasis Masyarakat (PATBM) dijabarkan Yenni adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada kader/aktivis dan masyarakat di daerah, terkait pentingnya melakukan perlindungan terhadap anak-anak, meliputi perlindungan anak terhadap pornografi dan napza, perlindungan anak berkebutuhan khusus, perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, dan perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi.

“Sedangkan hasil yang diharapakan dari kegiatan ini yaitu masyarakat utamanya kader/aktivis PATBM mampu mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada anak-anak dan mampu secara mandiri maupun bersama-sama untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak. Dan para kader/aktivis PATBM mampu menjadi agen perubahan atau Change of Agent di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Yenni juga menyatakan bahwa  Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sendiri melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak telah membentuk PATBM di beberapa desa/kelurahan melalui Surat keputusan Kepala Desa dan Lurah.

“Dari 71 desa/kelurahan  sudah terbentuk 54 PATBM, diantaranya Kecamatan Talang Ubi sebanyak 13 desa/kelurahan, Kecamatan Penukal sebanyak 9 desa, Kecamatan Penukal Utara sebanyak 13 desa, Kecamatan Tanah Abang sebanyak 13 desa dan Kecamatan Abab sebanyak 6 desa,” kata Yenni.

Diakui Yenni bahwa sudah ada beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir yang penanganannya dibantu oleh para kader/aktivis PATBM yang ada di desa.

“Saya harapkan, dengan adanya kegiatan Penguatan dan Pengembangan ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para kader/aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sehingga kedepannya dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam pelaksanaan Program Perlindungan Anak di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,” harapnya.(whr)