Gorong-gorong Buntu,  Rusak Masjid Al Ikhlas Sukarela

0
21 views

 

RADAR PALEMBANG,-Masjid Al Ikhlas Jalan Sukarela, Keluruhan  Sukarame,  Palembang rusak berat. Ini akibat gorong-gorong yang saluran airnya  menumbur bangunan masjid mengalami kebuntuan. Debit air yang harus ditampung oleh saluran got itu cukan besar dan kencang.  Aliran air yang tertahan  di bawah masjid, mengakibatkan mendorong tanah naik ke atas. Akibatnya,  lantai masjid  terangkat setinggi pinggang orang dewasa.

            Pada Selasa, curah hujan di Kota Palembang cukup deras. Belasan titik di Kota Palembang kebanjiran.  Kawasan yang  seyogyanya tak terdampak oleh debit air hujan yang besar,  pun harus terkena. Salah satunya, kawasan di Masjid Al Ikhlas, Jalan Sukarela, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarame, Palembang.

            Posisi Mesjid berada di pinggir jalan raya. Di depannya ada ada got dan gorong-gorong pelepasan air menumbur bangunan masjid.  Di bawah lantai masjid itu terpaksa dibuat saluran untuk mengalirkan air ke kolam retensi. Ironisnya, tempat jumlah gorong-gorong untuk mengalirkan air dari kawasan Rumah Sakit Caritas dan Kawasan Jalan Sukarela sangat tidak memadai.

            Air dari kawasan itu termasuk dari Naskah ditampung di rawa-rawa milik PT Pusri. Ironisnya, kondisi rawa yang berfungsi sebagai kolam retensi itu kondisinya sangat memprihatinkan. Pembuangan air ke Punti Kayu (menyeberangi Jalan Kol H Barlian di KM 7 mengalami penyempitin akibat pengerjaan LRT beberapa waktu lalu.  Rawa yang seyogyanya dapat dijadikan kolam retensi, sangat tidak terawat. Kondisinya mendangkal,  rumput dan gulma kian hari semakin menebal.

Menurut tokoh masyarakat Jalan Sukarela yang juga mengurus Mesjid  Al Ikhlas H Syaiful Hadi, Got yang berada di depan masjid sesungguhnya sudah lama mengalami kebuntuan. Dinas PU Kota Palembang  pernah melakukan perbaikan tetapi tidak mengganti gorong-gorong yang buntu. Perbaikan hanya dilakukan, mebeton dan menimbun  pinggir jalan yang ambrol.

‘’Saat ada pengerjaan, sebenarnya kita berharap gorong-gorong diganti.  Ternyata hanya tanah yang ambrol di mulut gorong-gorong mereka kerjanya. Padahal saat itu, di atas gorong-gorong yang sudah ambrol sudah dipasang plat baja agar kendaraan yang melintas di Jalan Sukarela itu  tidak terperosok,’’ujar Syaiful.

            Bagaimana dengan kondisi masjid? Kerusakannya cukup parah. Lantai masjid rusak berat akibat tanah di bawahnya didorong oleh tanakan air yang debit besar. Lantai masjid kini kondisi menggelumbung. Keramik pun pecah-pecah. ‘’Hingga kemarin, lumpur yang masuk ke dalam masjid belum sempat dibersih seluruhnya,’’tambah Syaiful.

Sementara itu, Ketua RT 005/RW 002 Kelurahan Sukarame, Dian mengungkapkan, seharusnya pemerintah  memindahkan gorong-gorong yang berada di Jalan Sukarela itu. Pasalnya, pelepasan air  yang debitnya sangat besar, menumbur badan masjid. Gorong-gorong itu, bisa digeser beberapa puluh meter ke arah Kantor DKK, Kota Palembang. Kalaupun tidak dipindah, solusi lainnya adalah tetap membangun sebuah gorong-gorong lagi di kawasan itu, tepatnya didekat Lapangan Bola Kaki milik PT Pusri. Selanjutnya, airnya dialirkan ke rawa-rawa milik PT Pusri.

Bagaimana sesungguhnya kondisi di kawasan RT 005/RW 002 Kelurahan Sukarame, Jalan Sukarela Palembang itu? Jika masuk dari Jl Kol H Barlian, sebelah kanan tanahnya cukup tinggi termasuk  kawasan Rumah Sakit Myria. Sementara sebelah kirinya, berhampiran dengan rawa-rawa. Jika hujan, seluruh air, mulai dari Rumah Myria hingga bagian atas Hotel Mentari mengalir ke drainase Jalan Sukarela.

Hanya saja, untuk  mengalirkan air dari drainase ke rawa-rawa milik PT Pusri,  gorong-gorong yang ada saat ini hanya satu buah, yakni di depan Masjid Al Ikhlas.  Ini membuat semua air buangan dari kawasan Myria, Hotel Mentari hingga puncak Simpang DKK  mengalir ke Masjid Al Ikhlas. ‘’Untuk mengatasi kondisi ini, kita minta pemerintah membuat gorong-gorong satu lagi di depan Lapangan PT Pusri,’’tukas Dian.

Dia juga berharap, Pemerintah Kota Palembang, menjadikan rawa-rawa milik PT Pusri dijadikan kolam retensi.  Pasalnya, rawa itu akan menampung air kawasan DA (KM 7,3)  yang  kerap menggenangi Jl Kol Barlian. Selain itu, juga menampung air dari kawasan perumahan Naskah, Perumdam, dan Kawasan Jalan Sukarela sendiri.  Saat ini, jika huja, rumah di kawasan perumahan naskah bagian bawah dan kawasan Sukarela bagain bawah selalu kebanjiran. Ada puluhan rmah warga di sana, jika hujan selalu kebanjiran. (yui)