Hampir 5 Ribu Kolam DHD di Desa Betung

0

 

+ Mitra DHD Kesulitan Bayar Cicilan Bank

RADAR PALEMBANG – Sejak dugaan penyelewengan dan penipuan Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia ternak ikan lele organik mencuat ke publik, suara mitra terus digali.

Salah satunya mitra DHD yang cukup banyak berada di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena di sini (Betung) ada sekitar 4974 kolam.

Hidir mengungkapkan mitra DHD berasal dari Desa Betung Betung termasuk mitra DHD paling terbesar, karena kolam mitra DHD mencapai 4974 kolam yang tersebar di dua lokasi yaitu desa Betung dan Prambatan dalam kecamatan yang sama.

“Di Betung ada sekitar 1200 kolam, sedangkan yang berproduksi atau terpasang 1040 kolam, sedangkan di desa Prambatan jumlah kolam 3774, terpasang 910 sedangkan yang tidak terpasang 2864, jumlah seluruhnya yang tidak terpasang 3024,”kata Hidir kepada awak media, Kamis (7/10.

Hidir menuturkan tidak terpasangnya kolam yang diinvestasikan oleh mitra membuat mitra curiga, kecurigaan kian mulai terbuka karena sejak Juli tahun ini uang bagi hasil yang dijanjikan Rp 960 per 40 hari hingga saat ini nunggak atau tidak pernah dibayar.

Informasi yang ia terima ada sekitar 23 cabang yang tersebar di Sumsel maupun daerah lainnya.

DHD sendiri masuk desa Betung sejak tahun 2018 secara perlahan makin banyak yang menjadi mitra DHD karena keuntungan yang diberikan cukup besar dan uang yang dibayar oleh DHD selama ini berjalan dengan lancar sehingga semakin banya masyarakat tergiur untuk menjadi mitra.

Ia sendiri menjadi mitra DHD dengan 60 kolam kurang lebih, untuk menjadi mitra dirinya bersama keluarga besar harus menyetor uang secara cash maupun transfer Rp 10-12 juta perkolam.

Ia sangat berharap uang modal yang dikeluarkan oleh keluarga besar dapat dikembalikan karena uang tersebut didapatkan dari mengadaikan sertifikat rumah, tanah maupun kebun ke bank.

“Kalau ini macet otomatis kami kesulitan untuk membayar cicilan ke bank, dari mana lagi kami mau membayar cicilan, semoga uang kami kembali,”harap Hidir dengan penuh rasa sedih.

Dulu ketika masuk DHD karena atas dasar kepercayaan dan Omzet yang ditawarkan sangat mengiurkan per 40 cukup besar Rp 960 ribu perkolam.”Ada yang membayar secara cash maupun transfer ke rekening pribadi manajemen DHD,”ujarnya.

Ia tidak menyangka DHD akan seperti ini padahal begitu banyak mitra DHD yang menanamkan investasinya.(zar)