Hati-hati Promo Lewat SMS

0
0 views

 

RADAR PALEMBANG– Akhir-akhir ini marak kita temui SMS bernada promosi. Bukan hanya promo produk, pesan pendek yang diterima melalui ponsel itu juga menyangkut promo kredit oleh bank tertentu. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melarang perbankan berpromosi dengan cara ini.

“Dari dulu kami telah menyurati Bank Indonesia untuk memberikan peringatan kepada seluruh perbankan yang menggunakan promosi melalui telepon dan SMS. Kami melarang ini karena kami menemukan banyak penyimpangan di lapangan atas promosi yang dilakukan tersebut melalui telepon,” ujar Tito Daikuchi, ketua ketua Lembaga Independen Perlindungan Konsumen (LIPK) Sumsel, Minggu (8/6).

Dari penelusuran yang dilakukan oleh pihaknya, tidak sedikit masyarakat yang tertipu karena promosi via telpon ataupun SMS terkadang tidak menyampaikan informasi detail pada saat disampaikan sehingga berujung kerugian konsumen. “Masalahnya masyarakat kami banyak yang malas melapor. Padahalm sudah banyak dari mereka yang justru mengeluhkan pencairan dana dari promosi tersebut. Parahnya lagi saat mereka membatalkan perjanjian justru mereka medapat denda,” katanya.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini pihaknya mendorong agar pihak yang berwenang untuk benar benar mewujudkan aturan tersebut. “Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau kami sangat mendukung adanya aturan yang sifatnya melindungi masyarakat khususnya konsumen perbankan,” tegasnya.

Sementara itu, Langkah pelarangan yang diterapkan oleh pihak otoritas jasa keuangan kepada pihak perbankan dipastikan tidak mempengaruhi keuangan atau pemasukan dari provider. Sebab, SMS yang bersifat promosi ini umumnya dilakukan oleh pihak perbankan menggunakan jasa internet atau bukan melalui pihaknya.

“Kalau XL secara pendapatan tidak terpengaruh karena pelanggan sifatnya hanya menerima pesan atau info dari pihak bank sebagai nasabah atau pelanggan bank,” ujar Anom Riyanto, marketing comunication PT XL Axiata regional Sumbagsel saat diwawancara, Minggu (8/6).

Oleh karena itu, dirinya mengakui tidak terlalu mengetahui dampak ataupun hal lain yang akan terjadi jika memang pihak otoritas melarang penggunaan sarana promosi ini. “Kalau untuk kebijakan ataupun yang lainnya saya tidak bisa menjawab karena harus dipertanyakan dengan pihak yang bersangkutan (bank),” bebernya.

Senada yang dikatakan oleh pihak XL, Corporate Comunication PT Telkomsel, Agus Winarto juga mengungkapkan jika pihaknya tidak mengetahui dan tidak bisa menanggapi dampak yang akant terjadi jika OJK menerapkan aturan tersebut.”Kami hanya menyajikan layanan dan jaringan yang baik untuk dinikmati oleh pelanggan,” pungkasnya.

Hentikan Promosi Lewat SMS

Terpisah, Bank Mandiri menegaskan mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan pemerintah mengenai larangan memasarkan produk melalui pesan singkat. Penggunaan pesan singkat Mandiri ditujukan untuk hal yang sifatnya pemberitahuan.

Kepala Bank Mandiri Kantor Wilayah Palembang Satria mengatakan, untuk program promosi, Mandiri menggunakan system tecknologi sepreti internet. Semua produk perbankan dipromosikan menggunakan situs resmi. Sementara yang asifatnya publikasi Mandiri menggunakan media, baik cetak maupun elektronik.

“Jika ada SMS dari bank mandiri secara resmi maka hal itu sifatnya bukan promosi namun pemberitahun. Salah satu contohnya ketika nasabah melakukan transaksi baik pembayaran maupun penarikan uang menggunkaan ATM, maka nasabah akan mendapatkan nitifukasi berupa sms sebagai pemberitahuan,” kata dia.

Jika ada sms promosi produk perbankan, maka hal itu kata Satria buka dikeluarkan secara resmi dari mandiri, melainkan dilakukan oleh person pegawai terutama tim marketing. “Dulu memang pernah ada namun sekarang sudah tidak dipakai lagi, sebab kita menilai untuk promosi lebih efektif menggunakan layan internet terutama jejaring social,” katanya. (alk/iam)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSSC Dieksekusi Kodam
Berita berikutnyaEiger Ganti Logo