HDMY Tetap Dilantik 27 September

0
0 views

 

+Sekjen Kemendagri Gantikan Alex

RADAR PALEMBANG – Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) tampaknya bakal tetap dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara pada 27 September 2019.

Salah satu tokoh masyarakat Sumsel yang dihubungi Radar Palembang membenarkan hal tersebut. Meski minta agar namanya tidak disebut, namun tokoh tersebut menyatakan bila dirinya sudah mendapat undangan dari pihak Istana Negara untuk menghadiri rencana pelantikan HDMY seperti jadwal semula 27 September 2019.

“Benar saya sudah mendapat undangan dari pihak Istana (Negara). Saya diminta untuk bisa hadir menyaksikan pelantikan gubernur Sumsel terpilih hasil pilkada lalu,’’ kata tokoh yang kerap menjadi sumber Radar Palembang tersebut.

Menurut tokoh tersebut, dia akan berangkat ke Jakarta sehari sebelum pelantikan, persisnya 26 September. Hal itu dimaksudkan, selain karena menjaga-jaga agar tidak terlambat, juga untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kan tidak sembarang orang bisa masuk Istana Negara. Saya harus menyiapkan segala sesuatu sesuai ditetapkan protokeler kenegaraan agar bisa menyaksikan secara langsung,” tandasnya.

Sementara itu, majunya Gubernur Sumsel, Alex Noerdin untuk bertarung ke senayan memastikan gubernur dua periode untuk ini harus mengundurkan diri. Terkait itu, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyiapkan penggantinya yang bakal dilantik pada 21 September mendatang.

Adanya surat penunjukan dari Kemendagri ini, membawa spekulasi baru jika HDMY batal dilantik pada 27 September, dan masih akan menunggu hingga masa jabatan Alex Noerdin benar-benar berakhir pada 7 November 2019. Namun spekulasi ini kelihatannya akan mentah, lantaran pihak istana sudah menyebar undangan pelantikan.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, rencananya pelantikan ini akan dilakukan pada 21 September mendatang. Untuk Pj Gubernur Sumsel langsung dari Kemendagri. Artinya, bukan dari Sumsel melainkan dipilih langsung oleh Mendagri. “Bocorannya ada Jen dibelakangnya, bisa jadi Sekjen Kemendagri. Jadi tunggu saja pelantikannya,” katanya, Rabu (19/9).

Ia mengaku pengunduran dirinya ini dikarenakan salah satu syarat untuk maju ke senayan (anggota DPR RI). Karena itu, meskipun masa kepemimpinannya belum habis maka harus mengundurkan diri.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh bupati dan walikota untuk mendukung Gubernur baru mendatang. Sama halnya saat membantu dirinya dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur Sumsel. Dengan begitu, ia berharap Sumsel dapat lebih baik dan berkembang kedepannya. “Pokoknya jadikan Sumsel lebih baik lagi dimata nasional dan internasional,” tutupnya.

Terpisah, ditemui usai rapat paripurna, kemairn, Plt Ketua DPRD Sumsel HM Yansuri kepada wartawan menyatakan hal senada. “Terhitung mulai tanggal 21 September hingga tanggal 7 November nanti Drs Hadi Prabowo akan menjadi Pj Gubernur Sumsel. Ini karena adanya kekosongan kepala daerah, kan Alex Noerdin dan Ishak Mekki sama-sama maju di pileg 2019, sehingga mereka berdua harus mengundurkan diri,” ujar Yansuri.

Meskipun menjabat sebagai Pj Gubernur, kata Yansuri, wewenang yang dipegang Pj terbatas. Namun dalam kondisi dan situasi tertentu Pj juga bisa mengambil kebijakan penting.

“Kalau kebijakan pasti terbataslah mudah-mudahan tidak ada yang penting. Pada pembahasan APBD induk tahun depan, kita ingin memasukkan program dari Gubernur terpilih, agar janji-janji politik selama kampanye bisa diwujudkan,” tegasnya.

Terpisah, Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki berharap Gubernur yang baru terpilih dapat melanjutkan keberhasilan Sumsel dan menuntaskan pekerjaan yang belum terselesaikan. “Mungkin masih banyak pekerjaan yang masih tertunda dan belum selesai. Saya harap pembangunan di Sumsel bisa terus lebih baik,” singkatnya. (tma/zar)