Hoax dan Pentingnya Literasi Media

0
0 views

SMA Negeri Sumsel Gandeng Radar Palembang

RADAR PALEMBANG –  Sosilisasi Literasi Media Program Sekolah Rujukan di SMA Negeri Sumsel, kemarin (18/9) mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, komite sekolah, dan tamu undangan. Topik hoax atau berita bohong paling banyak direspons.  Kepala SMA Negeri Sumsel M Ridwan Aziz mengatakan, sosilisasi literasi media memiliki peranan penting untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang kebenaran berita.

“Kita harus mengakses, memahami, dan menganalisis. Dari sana, seseorang akan tahu informasi yang kredibel dan bisa dipercaya. Tentu, kemampuan tersebut tak bisa dimiliki secara instan. Kemampuan memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi suatu informasi dengan baik harus dilatih dan dibiasakann,” ujarnya saat membuka acara.

Kali ini Sosialiasi Literasi Media di SMA Negeri Sumsel menggandeng Harian Bisnis Radar PalembangGeneral Manager Radar Palembang Swandra Yadi dalam paparan materinya yang berjudul Prospek dan Arah Kebijakan Koran Lokal menjelaskan, perkembangan industri media cetak saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Terutama berkaitan dengan era digital.

“Media cetak harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Digital media, jawabannya. Bukan hanya membuat online media. Inovasi dan ide baru harus terus dikembangkan,” katanya.

Berkaitan dengan makin maraknya berita bohong (hoax), dijelaskan Swandra,  banyaknya pengguna smartphone dan media sosial, ditambah minimnya literasi media, membuat masyarakat mudah termakan isu atau berita palsu di dunia maya, kemudian mudah menyebarkannya.

Hal tersebut tak bisa dilepaskan dari kecenderungan mayarakat yang tidak terbiasa berpikir kritis dalam mengkonsumsi berita, yang berpangkal dari minimnya minat baca; budaya literasi, dan literasi media di masyarakat.

“Semangat peserta sosialisasi ini membuat saya terkesan. Pertanyaan yang diberikan menarik. Khususnya saat membahas berita bohong (hoax). Harapan saya, pelaksanaan sosialisasi ini, baik murid maupun guru akan semakin melek media dan menyukai jurnalistik,” pungkas Swandra. (tim)