Imbas dari PPKM, Arus Logistik Mengalami Keterlambatan

0
15

RADAR PALEMBANG – Kondisi penyebaran virus Covid 19 di tengah masyakarat Indonesia yang masih tinggi mengharuskan pemerintah pusat melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali sejak tanggal 03 Juli 2021 yang lalu. Dalam perkembangannya, dari beberapa kali evaluasi yang di lakukan titik penyekatan semakin hari semakin bertambah selama masa PPKM ini berlangsung, termasuk juga pada jalur akses masuk dan keluar Pulau Jawa bagian barat yakni dari Sumatera.

Meski dalam kebijakan ini pemerintah telah menjanjikan bahwa tidak akan mengganggu arus kendaraan khusus logistik yang masuk dalam kategori essensial dan kritikal, namun di lapangan penutupan ini mau tidak mau turut berimbas pada operasional kendaraan truk pengangkut logistik mengakses jalur – jalur yang terkena penutupan atau penyekatan di beberapa wilayah.

Antok Adhi Sasongko, selaku Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) Cabang Palembang mengatakan, secara umum bahwa sebagai asosiasi GAPASDAP mendukung upaya pemerintah dalam kebijakan yang diambil dalam menangani pencegahan penyebaran Covid 19 di Indonesia, namum ia juga memohon agar pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai aspek terutama dalam percepatan akses arus logistik di area luar Pulau Jawa terutama ke Palembang dan Bangka yang sangat merasakan imbas PPKM ini.

Penyekatan di akses masuk dari Jambi dan di akses masuk dari Lampung berpengaruh pada arus kendaraan logistik menuju Palembang dan ini tentu saja mempengaruhi jarak tempuh dan waktu yang lebih lama untuk mencapai akses ke pelabuhan Tanjung Api Api bagi kendaraan yang akan melanjutkan perjalanan ke Bangka melalui akses penyeberangan.

“Hal ini mengakibatkan situasi pelabuhan yang cenderung kosong di penyeberangan lintasan Tj. Api Api – Tj Kalian di tiap jam pelayanan para operator penyeberangan di lintasan tersebut, dan tentu saja hal ini banyak dikeluhkan oleh pengemudi truck atau kendaraan logistik yang harus mengalami keterlambatan perjalanan hingga 12 jam karena akses yang di tutup”, imbuh Antok.

Berdasarkan laporan yang di terima Asosiasi GAPASDAP secara update bahwa di pelabuhan Merak baru – baru ini terjadi antrian kendaraan logistik di luar pelabuhan hingga sepanjang 1 Km di luar pelabuhan yang akan menyeberang di lintasan Merak – Bakauheni sebagai akibat dari pemberlakukan pemeriksaan persyaratan penyeberangan dengan sistem buka tutup, menjadi salah satu alasan usulan untuk mempertimbangkan pemberlakukan kebijakan PPKM utamanya di kawasan tertentu utamanya yang berakses langsung ke pelabuhan.

“Tanpa mengabaikan kebijakan PPKM dari pusat, kami mohon dapat dipertimbangkan kepentingan masyarakat pada kebutuhan logistik juga menjadi perhatian yang dapat ditindaklanjuti, akses yang sekiranya tidak berdekatan langsung dengan keramaian / pusat kota dapat di buka sehingga kendaraan besar pengangkut logistik tidak berputar – putar mencari jalan alternative yang justru hal ini menjadi kontra produktif dengan tujuan percepatan pengiriman berbagai kebutuhan di wilayah Palembang, Bangka dan sekitarnya”, pungkasnya.(spt)