Juni 2021 Ekspor Karet Pulih 

0
0 views
Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K Eddy

Gapkindo Harapkan Biden Fokus Covid19

RADAR PALEMBANG – Kemenangan Capres Partai Demokrat, Joe Biden yang berpasangan dengan Kamala Harris diharapkan Gabungan Pengusaha Karet Indonesi (Gapkindo) Sumsel untuk lebih fokus penanganan Corona Virus Disease atau Covid19.

Hal ini diungkapkan Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K Eddy, Selasa (10/11). “Siapapun presiden Amerika (Serikat,read), pasti punya pertimbangan sama terhadap posisi Indonesia,”jelas Alex.

Ia menambahkan karena Indonesia punya potensi bahan baku mentah  yang tidak mereka punya. “Walaupun itu si (Joe,read) Biden, atau (Donald,read) Trump, pasti akan menjaga hubungan baik dengan Indonesia.”

Jadi, sambung dia, begitu Biden menang, tidak ada perubahan karena mereka butuh kita (Indonesia,read). Tapi, ada perhatian penting bersama agar ada pemulihan ekonomi kedepan pasca Covid19 ini.

“Permasalahannya sekarang apakah Biden itu konsentrasi (penanganan,read) Covid atau ekonomi di negara dia (Amerika Serikat,read),”jelas Alex kepada Radar Palembang.

Apalagi, lanjut dia, Trump tidak peduli (penanganan,read) covid sehingga Covid di Amerika tembus 1 juta (terinfeksi,read). Nah, kata Alex, Biden dalam kampanyenya peduli terhadap penanganan covid dengan serius.

“Kita tahu Covid dan ekonomi ada korelasinya, kalau Covid masih seperti ini (tinggi jumlah positifnya,read), kita tidak punya waktu urusi ekonomi. Jadi kalau Biden lebih urusi covidnya, setelah itu ekonomi mereka akan pulih,”ulasnya.

Kondisi pulihnya perekonomian negeri adidaya tersebut akan membuat negara mitra dagang mereka akan terimbas efek positif. Dimana, akan banyak permintaan bahan baku produksi ke negara impor mitra Amerika Serikat.

“Disitu mereka (Amerika Serikat,read) akan butuh bahan baku (komoditas karet,read) banyak karena selama ini ekonomi mereka slow down (melambat,read), salah satunya ada (indikator,read) penduduk yang kehilangan pekerjaan, dan lainnya,”ungkap Alex.

Karena itu, dirinya mengharapkan ada fokus dari pemerintahan Joe Biden untuk memulihkan dan mencegah penyebaran Covid-19. “Jadi kita mengharapkan konsetrasi beliau (Joe Biden,read) bagaimana meningkatan stimulus ekonomi dan meningkatkan ekonomi dengan negara kita (Indonesia,read).”

Selama pandemik Covid 19, diakui Alex, permintaan karet Sumsel untuk di ekspor ke Amerika Serikat drop (turun jauh,read) ketika Covid19 mulai melanda. “Bukan hanya Amerika Serikat (drop permintaan karet,read), tapi juga Eropa, India, Korea, Jepang mengalami pelemahan.”

Namun, kata Alex, dengan perlahan, sekarang (permintaan karet,read) mulai membaik terutama setelah Cina menyatakan dirinya dengan Covid19 sudah selesai (bebas Covid19,read). Lalu, lanjut dia, ada Eropa yang memaksakan menggerakkan ekonominya, kini sudah ada pergerakan ekonomi.

Mengenai perkiraan akan pulihnya pasar ekspor karet, Alex memprediksikan, saya boleh mengharapkan di seluruh negara bukan Amerika, Indonesia sudah uji coba vaksin Covid19 dan diharapkan berhasil.

Dengan berhasilnya uji coba vaksin tersebut akan membuat keyakinan berekonomi kembali naik. “Perkiraan di pertengahan tahun depan (Juni – Juli 2021,read) sudah pulih, karena semua orang (negara maju,read) butuh komoditas (karet,read),”ujar dia.

Ekspor Karet Turun

Berdasarkan data BPS Sumsel, dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2020 terhadap triwulan III- 2019 (y-on-y) terkontraksi sebesar 1,40 persen. “Kontraksi terjadi hampir pada semua  komponen,”kata Kepala BPS Sumatera Selatan, Endang Tri Wahyuningsih.

Menurut Endang, kontraksi terbesar terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 14,15  persen. “Hal ini disebabkan oleh menurunnya ekspor jasa luar negeri sebesar 90,96 persen,”jelas dia.

Adanya Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 yang merupakan tindak lanjut dari kebijakan  Pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 menyebabkan tidak adanya  penerbangan langsung Internasional di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II  Palembang selama triwulan III-2020.

Selain itu, kata Endang, ekspor barang luar negeri juga menurun  sebesar 13,03 persen, yang disumbang oleh menurunnya ekspor komoditi migas sebesar  26,95 persen, karet sebesar 20,19 persen, batubara sebesar 9,19 persen dan bubur  kayu/pulp sebesar 2,65 persen.

Selain itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah  (PK-P) juga mengalami kontraksi sebesar 12,36 persen; dan Pengeluaran Konsumsi Rumah  Tangga (PK-RT) terkontraksi sebesar 4,36 persen.

Struktur PDRB Provinsi Sumatra Selatan menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku  pada triwulan III-2020 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. “Aktivitas permintaan  akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang  mencakup lebih dari separuh PDRB Provinsi Sumatra Selatan,”ujar dia. (dav)