Kemenangan Tersirat Panca- Ardani 2020

0
2 views
Aktivis Pemuda Andrei Utama.AT.S,IP bersama Wagub H Mawardi Yahya

 

 

 

+ Andrei Utama.AT.S,IP Aktivis Pemuda

 

 

RADAR PALEMBANG, Aktivis Pemuda Andrei Utama.AT.S,IP mengatakan dunia politik di Tanah Air  khususnya provinsi Sumsel mencatat sejarah baru. Hal itu terkait dengan adanya pembatalan pasangan calon yang baru pertama kalinya dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Sumatera Selatan.

Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati incumbent Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) didiskualifikasi sebagai paslon incumbent atau petahana tersebut, setelah mendapat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir Sumatera Selatan, terkait pelanggaran memutasi pejabat menjelang Pilkada.

Mungkin baru pertama kali dalam sejarah dilaksanakannya pilkada serentak, calon petahana didiskualifikasi dalam proses pencalonan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati, karena dinilai melakukan pelanggaran. Dan ini merupakan langkah yang tepat yang diputuskan, harus ada sanksi yang tegas maka kedepan menjadi pembelajaran politik .  “Harus ada sanksi diskualifikasi, supaya ada efek jera dan tidak melanggar konstitusi.“ kata Andrei

Andrei berharap Komisioner Bawaslu dan KPUD harus mendapat Penghargaan sebagai penyelenggara yang bersih dan tegas dalam menjalankan amanat dalam ketentuan undang undang. Kita memang harus realistis dan melihat fakta .

Menurut andrei ..Melakukan mutasi jabatan bila hendak maju lagi pada Pilkada 2020, ancamannya adalah bisa didiskualifikasi (pembatalan) dalam pencalonan.

Ancaman itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.1 tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Dalam pasal 71 ayat 2 disebutkan bahwa, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Wali Kota dilarang melakukan penggantian pejabat sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri.

Andrei berujar memang salah satu yang menjadi faktor penentuan pemenangan calon dalam Pilkada adalah penguasaan birokrasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, ASN acap menjadi referensi masyarakat dalam menjatuhkan pilihan politik. Selain itu, lanjut dia, para ASN itu juga bisa jadi mesin pemenangan calon, karena mereka dekat dengan masyarakat. Sehingga sangat efektif dalam mendulang suara.

Ini Merupakan Kekalahan Secara Pysikologis dan mental dikarenakan Secara Sah dan dalam koridor hukum di diskualifikaisi tidak dapat ikut perhelatan Pesta demokrasi pilkada 2020 Kabupaten Ogan Ilir. Walaupun masih ada upaya hukum tetapi tidak bisa lagi diselamatkan secara jeda waktu yang tinggal 2 bulan lagi, dan waktu akan terbuang untuk mengurusi hal tersebut . Sementara tahapan tetap berjalan sesuai ketentuan., kata Andrei

Andrei juga mengatakan..secara politik dan dukungan akan terjadi pergeseran massal dukungan baik di kalangan pemerintahan yang akan mencari posisi aman dalam karier, juga di masyarakat eksodus limpahan dukungam buat panca-ardani makin keras dan solid.

Dan Andrei berharap Tim Panca – Ardani tidak jumawa dan selalu tetap berjuang bersama Bupati dan Wakil Bupati Terpilih ini Sampai Hari pencobolosan nanti yang hanya sebagai Legalitas bagian tahapan terpilih nya mereka untuk memimpin Kabupaten Ogan Ilir.

“Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi hasil pemungutan suara, dilanjutkan dengan penetapan bupati terpilih. Masyarakat Harus bersyukur dan tetap menjaga ketentraman.

Andrei mengatakan semua sudah kehendak Allah Swt Kabupaten Ogan Ilir dikembalikannya mandat rakyat ke panca – ardani . Yang mana kita ketahui Panca merupakan adik dari A.Noviardi mantan bupati Ogan Ilir. Dan tanda tanda kekalahan itu sudah kelihatan dari kebijakan petahana yang salah dan keliru, Kecurangan dengan mencuri start kampanye.

Semua ini menunjukan kapasitas calon petahana memang bukan kapasitasnya sebagai pemimpin, dikarenakan bukan sebagai  Bupati yang dipilih rakyat dan hanya  sebagai wakil bupati yang pada pilkada 2016 ditawari atau diajak untuk menjadi wabup mendampingi A.Noviardi dengan mengekor nama besar Bapak Mawardi Yahya sebagai tokoh masyakat Ogan Ilir dan mantan bupati Ogan Ilir dua periode.

Andrei mengucapkan selamat untuk paslon Panca – Ardani. Dan masyarakat menuntut terwujudnya Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah Dalam meningkatkan Pelayan Kepada Masyarakat Yang Lebih Baik Juga Menjadi Daerah Yang Inovatif, Kreatif Dan Berdaya Saing.”Finaly”(*)