Krematoriun Yayasan Karuna Ganesha Resmikan Penggunaan Oven Ketiga

0

RADAR PALEMBANG– Krematorium Yayasan Karuna Ganesha yang terletak di jalan Pangkalan Benteng Banyuasin meresmikan penggunanaan oven yang ketiga berbahan bakar kayu Minggu (21/11/2021).

Peresmian langsung dihadiri  pembimas Buddha Kemenag Sumsel Wiswadas dan tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan Karuna Ganesha, Beby Sai Baba  mengatakan, dengan telah diresmikannya oven berbahan kayu ini berarti masyarakat yang ingin menggunakan  krematorium tinggal memilih.

“Saya katakan ini  sebab sebelumnya sudah ada 2 oven yakni oven berbahan baker solar  yang dibangun  tahun 2015 dan  oven kedua  menggunakan elpiji awal dibangun awal  Januari 2021,”katanya dengan ramah.

Beby juga mengucapkan, terimakasih atas support dan dukungan teman-teman yang begitu tulus dalam membantu membangun krematorium yang dipergunakan untuk warga tak mampu ini. “Iya terimakasih atas supportnya,”katanya.

Beby juga menceritakan , kalau krematorium ini digratiskan penggunaannya bagi warga yang tak mampu.. Selain itu, bagi keluarga duka cukup menghubungi pengurus atau dirinya di nomer kontak 0811787752, maka akan langsung dijemput. ” Kita tidak akan menerapkan biaya apapun bagi keluarga duka” katanya.

Dijelaskannya, krematorium ini tidak hanya diperuntukkan bagi salah satu golongan, ras, agama tapi juga berlaku bagi semuanya yang ingin di kremasi. ” Walaupun banyak umat Buddha, tapi tidak dikhususkan. Bahkan kalau ada dari agama lain yang ingin dikremasi, pihaknya siap melayani. Kita terbuka bagi semua kalangan,” ulasnya.

Dijelaskannya, sebelum melakukan kremasi, terlebih dahulu dilakukan ritual sembahyang dan doa. Setelah itu, jenazah yang akan dikremasi, dimasukkan ke dalam peti dan ditaburi bunga serta wewangian. Sesudahnya, peti mati tadi dinaikkan ke atas kereta dorong menuju ke lokasi kremasi. ” Proses kremasi hanya butuh waktu dua jam hingga jadi abu. Bahkan keluarga jenazah bisa melihat secara langsung dari jendela yang terbuka. Dengan begitu, kita benar- benar kremasi,” terangnya.

Selama ini untuk biaya krematorium, diakuinya berasal dari donator. Baik yang dilakukan secara personal dan berkelompok, sehingga bantuan tadi digunakan untuk membeli dan memenuhi kebutuhan untuk prosesi kremasi. ”Kita bersyukur masih banyak yaang memilkki kepedulian untuk membantu,” tegasnya.

Sementara itu, pembimas Buddha Kemenag Sumsel Wiswadas mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pengurus yayasan  Krematorium Yayasan Karuna Ganesha yang memiliki jiwa social yang sangat tinggi. “Ini luar biasa membangun krematorium untuk warga tak mampu dan digratiskan. Mudah-mudahan krematorium ini bisa bermanfaat bagi warga tak mampu,”katanya. (sep)