Mandi Rupang, Mengenang Sang Budha

0

 

RADAR PALEMBANG – Setiap memperingati hari Tri Suci Waisak, tak lepas dari ritual upacara mandi rupang yang memiliki makna membersihkan diri dan mengikuti jejak sang buddha.

VA Lian Yuan Bhikku, kepala vihara vajra bhumi sriwijaya mengatakan, di kalangan masyarakat khususnya umat buddha menganggap ritual upacara mandi rupang sebuah upacara yang biasa saja. Padahal, mandi rupang merupakan cara bagaimana umat buddha mengenang jejak sang buddha.

Dijelaskan VA Lian Yuan, mandi rupang mengartikan bahwa mencuci, yakni menyucikan diri sendiri, pikiran, jasmani dan rohani untuk mendapatkan tubuh yang bersih dan sempurna. “Maksud dari bersih itu adalah tidak ada karma (bersih dari karma dan tidak ada rintangan,” ujarnya.

Untuk membersihkan diri banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya yakni melakukan persembahan apa saja bukan hanya uang, melainkan pula pikiran, tenaga dan lainnya. “Semua itu merupakan persembahan,” tuturnya.

Namun dalam melakukan persembahan itu harus dengan dasar yakni dasar akar Bodhicitta sepenuh hati, tanpa ada pemikiran untuk mendapatkan sesuatu guna mengharapkan apa yang telah dilakukan itu bisa kembali.

“Itu persembahan paling besar dan membersihkan tubuh yang paling besar. Semua makhluk akan mendapatkan pahala yang tidak terhingga dengan dasar dan akar bodhicitta, yakni dengan membersihkan pikiran atau jasmani dengan cara membaca sutra meditasi dan bernamaskara,” ungkapnya.

Semua perbuatan yang dilakukan tadi harus dilakukan dengan gembira dan senang hati, ikhlas, dan tidak ada pikiran macam macam. Oleh karena itu, bagi umat Buddha perayaan Waisak mengandung tiga makna penting, yakni memperingati kelahiran, pencerahan, meninggalnya sang Buddha Sidharta Gautama.

Sementara untuk memperingati hari waisak 2559 BE/2014, Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya akan melakukan doa bersama serta melakukan ritual mandi rupang pada Minggu (4/5) mendatang. ”Dengan menggelar Ritual Mandi Rupang ini, diharapkan umat agar selalu mengingat ajaran Sang Buddha, serta membersihkan diri seperti Pangeran Sidharta Gautama,” terangmya.

Sudah menjadi tradisi di kalangan umat Buddha, termasuk suku Tionghoa saat perayaan waisak. Mereka para penganut Buddha akan mengikuti acara sakral yaitu pemandian Buddha rupang yang digelar setiap tahun menjelang Waisak. (ben)