Max Metino: Jadilah Petarung 3 Dimensi

0
0 views

 

 

 

RADAR PALEMBANG, RP -Max Metino, sang professor Brazilian Jiu Jitsu yang juga Pelatih Warrior MMA, memperkenalkan ONE PRIDE MMA, sebagai wadah untuk bibit muda MMA di kota Palembang.  Dalam acara yang berlangsung di Atrium Palembang Icon, Jumat (26/10/2018) ini, Max membuka rahasia bela diri MMA, terutama dari sisi kesehatan, seni, industri, entertaiment dan bagaimana menjadi petarung 3 dimensi.

Max pun tidak segan-segan memuji potensi yang dimiliki petarung asal Palembang. Menurutnya mereka punya potensi untuk mencapai level nasional dan internasional.

“Fighter asal Palembang potensial, sejauh ini kita tunggu dari Palembang untuk mengikuti seleksi dan menjadi petarung nasional bahkan level internasional,  dan diharapkan bisa menjadi juara mewakili kota Palembang,” kata Max.

Dia pun kemudian mengharapkan para petarung di Palembang, tidak hanya mengikuti beladiri MMA dari sisi hobi semata, juga prestasi dan industri.”Sehingga orang mengenal MMA sebagai olahraga menarik, sportif, dengan skill dan teknik yang tinggi, punya power yang baik, stamina, keindahan dari segi teknik, kesederhanaan serta tingkat kesulitan tinggi. Sisi-sisi ini bisa menjadi support kita untuk mengangkat MMA itu sendiri,” ujarnya.

Dia mencontohkan saat ini, sudah banyak selebriti yang menguasai teknik MMA, seperti diantaranya selebriti sudah tampil di One PRIDE Randy Pangalila Model artis sinetron, yang hobi dan kini menjadi petarung MMA, Volland Humonggio, kemudian Verdy Bhawanta, mereka sudah bertarung One Pride MMA. Maka itu olahraga ini tidak hanya di kalangan atlet, tetapi masuk ranah selebriti, dan unsur entertainment.

“Mereka sudah menekuni MMA, baik bersama saya maupun tim mereka. Memang selama ini, di kalangan selebriti jarang memiliki skill MMA, tetapi saya ingin mengenalkan teknik ini agar dikuasai dengan baik,”jelasnya.

Sementara terkait teknik, Max mengharapkan petarung MMA di Indonesia umumnya dan di Palembang khususnya bisa menjadi petarung 3 dimensi. Tetapi sebelumnya menguasai dasar yakni Teknik, Streng (tenaga dalam artian tenaga dasar yang dimiliki seseorang berdasarkan latihan yang dilakukan sejak lama), stamina (otot dan organ dalam), speed (kecepatan), power (kekuatan), 5 ini hal penting dikuasai.

Kemudian, Petarung Mixed Martial Art (MMA) ini memberikan rahasia gerakan yang banyak dipakai oleh para petarung yang selalu juara. Yakni, gerakan atas, gerakan Ground Fighting dan Cleansing Fighting. Kedua teknik ini ialah seni bela diri Brazilian Jiu-jitsu (BJJ). Ia mengatakan, banyak praktisi bela diri di Indonesia yang belum menguasai teknik ini. “Padahal teknik ini kalau di MMA hampir 80 persen menjadi kunci utama untuk menguasai area pertarungan,” katanya.

Gerakan utama yang dia berikan ialah teknik bantingan, cekik, kunci. Pria yang sudah terjun di dunia bela diri sejak masih duduk di bangku SD ini, butuh waktu yang lama untuk menguasai teknik seni BJJ. Ia mengatakan dalam pertarungan di arena, kebanyakan berakhir dengan tiga gerakan utama itu. Dirinya pun menjadi generasi ke empat yang mewarisi seni bela diri BJJ.

Dia juga mengakui, bahwa kebanyakan para praktisi bela diri itu hanya melakukan teknik pukulan dan tendangan. Memang gerakan itu dibutuhkan, tetapi kalau ingin menguasai petarung di arena, kuncinya ialah menguasai teknik ground fighting (kunci, banting, cekik). Namun untuk menguasai teknik itu dibutuhkan niat dan dedikasi yang tinggi.

“Tidak hanya butuh waktu sebulan atau dua bulan, tetapi setahun sudah terbiasa dan dua tahun akan jago. Seminggu latihan minimal 5 kali. Sering ikut pertarungan di arena,” jelas petarung yang terkenal dengan jurus gerakan serangan ombak ini.

Seperti diketahui, selain di Palembang Icon, Jumat (26/10) acara ini juga digelar Sabtu (27/10/2018) di sasana Warrior  Palembang Jalan  Mayor Ruslan Batubara Sekip Jaya Kemuning  Palembang atau di lantaI 3 Studio Kreasindo.

“MMA ini merupakan gabungan semua ilmu beladiri, dan melatih para siswanya untuk siap menghadapi pertarungan yang seperti sebenarnya, dimana tidak ada peraturan dan yang terburuk adalah tidak ada orang lain yang mau dan dapat menolong,” kata Fredrick, pelatih Warrior MMA Palembang.

Menurut Fredrick,  Max  banyak belajar ilmu bela diri sebelum menjadi atlet profesional MMA, seperti Boxing, Kickboxing, Shaolin Kungfu,  Aikido, Taekwondo, Judo, Muaythai, Wushu Sanda, Wrestling, dan Brazilian Jiu-Jutsu.

Beberapa tujuan digelarnya  kegiatan MMA ini di mall. Pertama untuk memperkenalkan MMA ke masyarakat umum  di kota Palembang.

“Saat ini pencinta olahraga MMA di Palembang lumayan banyak, kita berharap dengan hadir di  pusat keramaian olahraga ini bakal lebih dikenal dan diterima sebagai kebutuhan dasar. Apalagi acara ini rutin disiarkan hampir tiap hari disalah satu tv nasional yang ada di Indonesia,”ucapnya.

Kedua,  Fredrick  berharap dengan semakin banyaknya kegiatan yang di adakan di palembang setelah Asian games, salah satunya ONE PRIDE bisa hadir di palembang utk merekrut atlit atlit berbakat dari kota palembang tercinta ini. “Tujuannya untuk memaksimalkan potensi generasi muda dan mencari bibit baru atlet MMA di Palembang untuk dikirim ke kejuaraan yang digelar di Jakarta,”ucapnya.

Ketiga, ajang ini sebagai sarana untuk memperkenalkan sasana baru Warrior  Palembang  yang sebelumnya berada di Jalan Letda A. Rozak  Kelurahan Kuto Batu, yang sekarang  pindah ke Jalan  Mayor Ruslan Batubara Sekip Jaya Kemuning  Palembang atau di lantaI 3 Studio Kreasindo. “Kita launching sasana baru Warrior MMA Palembang ini pada  5 November mendatang. Sekarang masih tahap pembenahan” , katanya. (sep)