MUI Dorong Pembangunan Masjid Sriwijaya Dilanjutkan

0

 

RADAR PALEMBANG – Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan di Kejati Sumsel, berbagai elemen masyarakat mendorong agar pembangunan Masjid Sriwijaya di Jakabaring untuk tetap dilanjutkan, karena masjid tersebut akan menjadi salah satu icon religius di Sumsel.

“Prinsipnya niat baik untuk membangun rumah Allah yaitu masjid Sriwijaya sudah ada, tinggal lagi sekarang kita bermuhasabah. Lanjutkan yang baik tinggalkan yang kurang baiknya,”kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, KH Ayik Farid Alaydrus saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Publik dengan tema “Masjid Sriwijaya Dimangkrakkan atau Lanjut Bergerak” yang dihelat Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) di Roca Coffee, Minggu (17/10) malam.

Menurut Ayik, di dalam ajaran islam barang siapa yang membangun masjid Allah SWT telah menjanjikan akan membangunkannya rumah di surga nanti. Terlebih lagi, dalam perencanaannya, Masjid Sriwijaya yang telah menghabiskan anggaran yang tak sedikit di awal pembangunannya ini selain masjid juga akan difungsikan sebagai pusat peradaban islam di Indonesia.

Yang diantaranya akan dibangun perpustakaan islam, museum sejarah peradaban islam dan menara masjid. “Prinsipnya kita harus teruskan niatan baik ini karena kalau untuk pembiayaan selain bersumber dari APBD dan APBN.

“Ada juga dari zakat, infaq dan sadaqoh yang bisa saja dikerahkan. Karena dari zakat saja per tahun bisa dihimpun dana mencapai Rp287 triliun,”kata Ayik.

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel Fraksi PKS, Mgs H Syaiful Padli,ST,MM yang menegaskan bakal mengawal keberlanjutan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini agar jangan sampai mangkrak.

“Sampai saat ini perda nomor 13 tahun 2013 tentang pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang disahkan DPRD Sumsel belum dicabut, jadi kalau memang mau dimangkrakkan cabut dulu perdanya,” kata yaiful.

Dilanjutkan di, ada pansus Masjid Raya Sriwijaya yang diketuai oleh Pak Yuswar Hidatullah dari Fraksi PKS. Hingga lahirnya Perda Nomor 13 tahun 2014, termasuk pada pasal 6 disebutkan sumber pendanaan bisa berasal dari APBN, APBN Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, BUMN,BUMD, bantuan luar negeri dan sumbangan lain yang tidak mengikat lainnya.
Sementara, Direktur Eksekutif ForDes, Drs Bagindo Togar Butar Butar menyebut yang melatarbelakangi digelarnya diskusi ini karena adanya pernyataan pejabat di Sumsel yang akan me-mangkrakkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, bahkan ada pula rencana untuk me-relokasi masjid yang digadang-gadang menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara ini.

“Jangan sampai nantinya di Sumsel ada Hambalang Jilid Kedua akibat pengerjaan Masjid Raya Sriwijaya ini mangkrak pembangunannya,”kata Bagindo.

Selain dua narsum diatas, turur menjadi pembicara pada diskusi yang dimoderatori Fathurrohman ini Staf Pengajar Fisip Unsri, Dr MH Thamrin dan pengajar UIN Raden Fatah Palembang Dr Qadariah,MHI.(zar)