Pecel Lele 288, Resto Harga Kaki Lima

0
15 views

RADAR PALEMBANG – Pecel lele, makanan khas Jawa ini memang sudah sangat populer dan akrab di lidah masyarakat Indonesia termasuk Palembang. Makanan dengan harga terjangkau ini biasa ditemukan di tenda-tenda kaki lima kala sore dan malam hari.

Saat ini, hadir Pecel Lele 288 yang dapat menjadi destinasi kuliner masyarakat yang ada di Bumi Sriwijaya, khususnya penggemar lele goreng dengan sambal pedas yang menggugah selera.

Berbeda dari kebanyakan tempat lainnya, Pecel Lele 288 hadir di resto dengan ruang terbuka, dikelilingi tanaman hijau yang mejadikan suasana menjadi segar dengan sirkulasi udara yang bagus.

Namun masyarakat tidak perlu khawatir, meski resto, harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Bahkan, boleh dibilang, resto yang baru dibuka selama beberapa hari ini menjadi ‘pelopor’ pecel lele kelas resto dengan harga kaki lima.

“Kita ingin menjangkau semua lapisan masyarakat, apalagi kondisi pandemi seperti ini, di mana banyak masyarakat yang terdampak. Mereka kan tetap butuh makan, jadi di Pecel Lele 288 mereka tetap bisa makan dengan suasana nyaman tanpa harus berat mengeluarkan biaya,” tutur Ahmad Yudi Saputra, pemilik Pecel Lele 288 saat dibincangi kemarin.

Tempat makan yang dinamai sesuai tanggal lahir putri tercinta ini juga memiliki lahan parkir yang luas, sehingga memudahkan konsumen apabila ingin menggunakan tempat dengan kapasitas hingga 80 orang ini untuk menyelenggarakan kegiatan seperti meeting, gathering, arisan, ulang tahun, dan lainnya.

Selain pecel lele, resto yang berlokasi di Jalan Residen Abdul Rozak sebelum pom bensin ini menyuguhkan beragam masakan seperti ayam, ikan, bebek, cumi, yang diolah dengan cara dibakar atau digoreng dengan harga mulai dari Rp 15.000 – Rp 18.000.

Tak ketinggalan, tersedia juga nasi goreng, cah kangkung, tempe tahu goreng yang dibanderol mulai dari Rp 4.000. Lebih istimewa, resto yang buka mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB ini menyajikan sambal terasi yang membuat pegunjung ‘kepincut’. Selain nikmat, sambal pedas ini juga membuat selera makan meningkat. Sambal yang diolah dengan racikan khusus ini menjadi daya pikat yang membuat pengunjung ketagihan, datang dan datang lagi.

“Kebetulan saya menjalankan usaha pecel lele berkolaborasi dengan pak Adi dan mba Devi. Mereka berdua pasangan suami istri yang jago masak. Nah, sambal andalan kita dibuat oleh mba Devi. Sambal ini sudah menjelajah dan memiliki pelanggan hingga ke Jakarta,” ucapnya.

Bahkan disebutkannya, Gubernur Sumsel, Herman Deru, sudah mencoba dan mengakui kelezatan Pecel Lele 288. ”Beliau nyoba hari Minggu kemarin, pecel lele kita dibilang enak dan bersih,” imbuhnya.

Selain itu, sesuai anjuran pemerintah, selama pandemi pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan seperti penyediaan tempat mencuci tangan, penggunaan masker, dan kapasitas tempat duduk dibatasi hanya 50 persen saja, ditambah lagi dengan penyemprotan disinfektan di resto dan sekitarnya setiap pagi atau sore hari.

“Selama PPKM Mikro, pengunjung bisa dine-in hingga pukul 17.00 WIB atau kalau mau pesan juga boleh. Kita juga menyediakan nasi kotak untuk berbagai acara. Tinggal hubungi nomor WhatsApp 0811 732 2889,” tutupnya.  (hen)