Pembelajaran Daring, Guru Harus Inovatif

0
30
Webinar yang digelar PT Permata Cendikia Indonesia kerjasama dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kemeninfo RI.

Webinar Literasi Digital PT Permata Cendekia

RADAR PALEMBANG – PT Permata Cendikia Indonesia yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo RI menggelar Webinar Program Nasional Literasi Digital pada Selasa (13/7/2021). Para guru dituntut inovatif dan kreatif agar pembelajaran tidak membosankan.

Acara dengan tema “Sukses Belajar Online dengan Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik” ini digelar secara daring melalui aplikasi zoom yang diikuti 110 peserta baik guru maupun siswa. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan Daerah (Kadispusda) Prov Sumsel Fitriana sebagai salah satu narasumber di Webinar ini.

Fitriana mengatakan acara ini merupakan salah satu program inovasi yang sangat strategis dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Menurutnya tujuan program ini untuk mendukung percepatan transformasi digital, dimana masyarakat harus siap berurusan dengan digital dalam keseharian.

“Karena kita sudah berada di era digital 4.0 menuju era 5.0 atau society digital sehingga apa yang dilaksanakan Kominfo ini strategis sekali terutama bagi para tenaga pendidik dan anak didik” kata Fitriana saat ditemui di Perpustakaan Daerah Prov Sumsel.

Kadispusda itu menyebut para tenaga pendidik dan anak didik harus kreatif dan inovatif dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring dan memperhatikan sarana seperti jaringan yang sering menjadi kendala sehingga membuat proses pembelajaran secara daring menjadi tidak efektif. “Harus kreatif dan inovatif untuk menyeimbangkan agar tidak terjadi kebosanan dari sisi tenaga pendidik dan anak didik” ujarnya.

Hal tersebut juga yang menjadi kendala bagi para tenaga pendidik Provinsi Sumsel yang rata – rata sudah siap dan paham dengan sistem pembelajaran secara daring. Jaringan menjadi unsur yang sangat penting, bisa menjadi persoalan ketika jaringan tidak lancar yang akan mengganggu siswa menjadi tidak fokus mengikuti pembelajaran

Selain jaringan, Fitriana mengungkapkan salah satu kendala dalam pembelajaran secara daring ini adalah perilaku atau karakter anak didik akan sulit dipantau. Disini peran dari orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mendorong atau memotivasi siswa, sehingga siswa memiliki kesadaran diri untuk mengikuti proses pembelajaran daring dengan konsentrasi penuh dan fokus terhadap materi pembelajaran yang diberikan. “Ini harus kedua belah pihak, tidak bisa guru dan orang tua saja yang dituntut tapi dari sisi anak didik juga harus ada kesadaran terhadap proses pembelajaran daring” ungkap Fitriana

Ditengah kondisi pandemi Covid – 19 yang tidak diketahui kapan berakhir, Fitriana berharap kehadiran dan komitmen beberapa pihak seperti pemerintah, orang tua, guru, dan siswa untuk berkolaborasi sehingga menciptakan pembelajaran secara daring yang efektif. (mg1)