Penggelap Pajak Hanya Divonis 6 Bulan Penjara

0

 

RADAR PALEMBANG – Direktur Felicia Tunas Persada, Andrianz Nalendra, terdakwa penggelapan pajak yang merugikan negara hingga  Rp 2,3 milyar hanya dihukum pernjara selama enam bulan dan masa percobaan selama satu tahun. Serta membayar sebesar Rp 2,3 milyar. Putusan tersebut disampaikan oleh ketua majelis hakim, Wisnu Wicaksono di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (22/11).

Putusan hakim tersebut terbilang sangat ringan dari penuntut umum, Yunita dari kejati yang menuntut terdakwa dengan pidana 2,6 tahun penjara, serta terdakwa dibebankan membayar dua kali lipat dari pokok pajak sebesar Rp 2,3 milyar menjadi Rp  Rp 4.6 M

Pada semestinya, pajak PPN para rekanan perusahaan-perusahaan BUMN harus dilaporkan dan disetorkan ke Negara. Namun, oleh terdakwa diduga pajak tersebut masuk kedalam kantong rekening pribadi.

Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa melanggar pasal 39 ayat (1) UU RI No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan UU No 28 Tahun 2007 dan telah diubah lagi dengan UU No. 16 Tahun 2009 Tentang Ketetntuan umum dan Tata cara Perpajakan Jo Pasal 64 KUHP.

Medengar putusan hakim, terdakwa terlihat hanya diam dan tidak menoleh kemana-mana. Dalam dakwaan tersebut, secara sah dan meyakinkan terdakwa terbukti bersalah, telah melakukan tindak pidana penggelapan pajak sejak tahun 2010-2011, yang merugikan negara mencapai Rp 2,3 milyar lebih.

“Berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti dalam persidangan persidangan, dapat disimpulkan bahwa terdakwa terbukti telah bersalah melakukan penggelapan terhadap pajak, yang telah melanggar pasal 39 ayat (1) UU RI NO 6 Tahun 1983, telah diubah UU No 28 Tahun 2007, lalu diubah lagi UU No 16 tahun 2009 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan  pasal 64 KUHP, kepada masing-masing pihak diberi waktu sepekan untuk menyatakan sikap” jelas ketua majelis hakim.

Sementara itu, penasehat hukum Salim Gunawan didampingi Ahmad Hasan mengatakan, merasa puas dengan keputusan yang sudah dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap kliennya. “Kami cukup puas terhadap putusan majelis hakim, dan kami akan bayar pajak yang dibebankan kepada terdakwa,”ujarnya.

Tidak senada dengan putusan hakim, Kabid pemeriksaan penagihan intelijen dan penyidikan Dirjen Pajak Sumbagsel, sangat menyayangkan ringannya hukuman yang diputuskan pihak pengadilan negeri Sumsel.

“Keputusan ini sangat ringan, dan ini tidak akan memnimbulkan efek jera terhadap terdakwa penggelapan pajak. Meski demikian, kami akan tetap menghormati keputusan hakim, keputusan itu dijatuhkan mungkin terdapat pertimbangan lain yang bisa meringankan terdakwa,”tutupnya. (rd1)