Peternak Ayam Rugi Rp 500 Juta Per Hari

0
5 views

RADAR PALEMBANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dalam beberapa pekan terakhir berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat terhadap ayam potong yang berakibat para peternak ayam yang ada di Sumatera Selatan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 500 juta per hari.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumatera Selatan, Ismaidi Chaniago mengatakan, sejak pandemi Corona ditambah lagi adanya penerapan PPKM membuat daya beli masyarakat terhadap ayam menurun.“Bisnis ayam pedaging Sumsel rugi hampir Rp 500 juta per hari, sekitar Rp 8.500 per ekor ayam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/4).

Apalagi, ditambahkannya, harga ayam di pasar dalam beberapa hari terakhir terus mengalami lonjakan, membuat para pedagang mengalami kerugian karena sepinya pembeli, dan imbasnya pembelian ayam oleh pedagang kepada para peternak juga mengalami penurunan mencapai 25 – 30 persen.

“Sejak diterapkannya PPKM, para peternak mengalami kesulitan. Apabila kondisi ini terus berlangsung, ditakutkan ke depan masyarakat akan sangat sulit menemukan ayam di pasaran, dikarenakan para peternak tidak sanggup memenuhi kebutuhan ternak mereka akibat sepinya pembelian,” tuturnya.

Ia mengatakan, harga jual ayam di kandang dua minggu lalu berada di angka Rp 12 ribu per kg, sehingga harga di pasar tradisional idealnya berkisar Rp 23 ribu – Rp 24 ribu per kg. Namun, dalam beberapa hari terakhir harga jual ayam di kandang berada di angka Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per kg, sehingga harga di pasar tradisional paling tinggi berkisar di angka Rp 30 ribu per kg.

“Saat ini harga jual ayam di kandang di kisaran Rp 17 ribu – 18 ribu per kg dan idealnya di pasar dijual paling tinggi Rp  30 ribu – 31 ribu per kg, tapi hari ini berdasarkan pantauan saya harga ayam di pasaran hampir menyentuh angka Rp 35 ribu per kg,” katanya.

Disebutkannya, sejak ada PPKM, pihaknya hanya sanggup menjual 80 ribu ekor ayam per hari, di mana sampai dengan pertengahan tahun 2020 kemarin pihaknya sanggup menjual 120 ribu ekor ayam per hari.

Ia juga mengharapkan, pemerintah harus segera turun tangan membantu peternak Sumsel dan benar-benar menerapkan aturan yang sudah dibuat seperti misalnya perusahaan besar jangan masuk ke pasar yang sama, kemudian aturan lalu lintas ternak juga diperketat. Menurut dia, kondisi ini juga diperparah ayam lintas provinsi juga masuk.

“Peternak Sumsel harus segera dibantu, atau mereka colaps dan menutup usahanya,” tandasnya. (hen)