Ribuan Hektare Lahan Pertanian di OKU Timur Terendam Banjir

0

RADAR PALEMBANG – Curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini menyebabkan naiknya debit air sungai Komering dan anak sungai di beberapa kecamatan dalam wilayah OKU Timur. Akibatnya sebanyak 1.230,66 hektare lahan pertanian seperti tanaman cabai dan padi pada sembilan kecamatan terendam banjir.

Menurut  Kabid Tanaman Andri Irawan berdasarkan data yang terhitung dari 23 hingga 24 Januari 2022 lahan pertanian yang terendam banjir seluas 1.230,66 Ha yang tersebar di sembilan kecamatan. Pada Kecamatan Belitang Madang Raya terdapat tiga desa yaitu Desa Tanah Merah, Desa Tulus Ayu dan Desa Tugu Harum. Dengan luas lahan 49 Ha yang disebabkan meluapnya Sungai Mancak.

“Untuk di kecamatan Belitang terdapat empat Desa yaitu Desa Gunung Mas, Desa Tawang Rejo, Desa Sumber Suko Jaya dan Desa Sumber Suko. Dengan luas lahan yang terendam banjir 360,25 hektare,” ujarnya.

Lalu, untuk di kecamatan Buay Madang Timur terdapat 18 desa  yaitu Desa Suko Maju, Desa Banyumas Asri, Desa Bangun Harjo, Desa Kedung Rejo, Desa Metro Rejo, Desa Rowodadi, Desa Karang Tengah, Desa Berasan Mulya, Desa Kedu, Desa Tambak Boyo, Desa Sri Katon, Desa Rejo Dadi. Selanjutnya Desa Kumpul Rejo, Desa Sumber Asri, Desa Sumber Harjo, Desa Sumber Tani dan Desa Sumber Mulyo. Adapun total luas lahan yang terendam banjir 582.5 Ha.

“Untuk di Kecamatan BP Bangsa Raja terdapat tiga desa yaitu Desa Pandan Sari II, Desa Anyar dan Desa Sri Bunga dengan total luas lahan yang terendam banjir seluas 37 Ha. Banjir tersebut disebabkan saluran pembuangan air yang tidak lancar,” lanjutnya.

Kemudian, di Kecamatan Belitang III terdapat dua desa yaitu Desa Ringin Sari dan Desa Kuto Sari dengan luas lahan yang terendam banjir seluas 19,5 Ha. Untuk Kecamatan Belitang Jaya terdapat dua Desa yaitu Desa Panca Tungal dan Desa Sumber Agung dengan total luas lahan yang terendam banjir seluas 24 Ha.

“Terakhir di Kecamatan Madang Suku II terdapat enam Desa yaitu Desa Srimulyo, Desa Pandan Jaya. Desa Pandan Agung. Serta Desa Jatimulyo, Desa Riang Bandung Ilir, Desa Margo Tani dengan luas lahan yang terendam banjir seluas 105 Ha,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, seandainya dalam satu atau dua hari air tidak surut maka pihaknya akan berkerjasama dengan petugas POPT. Dimana hal ini dilakukan untuk mendata dan membuat CPCL sawah petani yang tergabung dalam kelompok tani byname dan byadress serta titik koordinat untuk diusulkan bantuan benih padinya.

“Semoga saja hari ini bisa surut dan petugas kami penyuluh terus mendata dan memantau perkembangan di lokasi lahan rawan banjir untuk segera mendata lahan gagal panen,” jelasnya.

Sementara itu, Ari petani di Desa Sumber Asri mengatakan lahan yang terendam ini disebabkan curah hujan yang tinggi yang membuat sungai mancak meluap.

“Padi kami dan petani lainnya rata rata berusia 7-20 hari. Alhamdulillah penyuluh bergerak cepat meninjau lokasi dan mendata langsung kami berharap petani yang lahannya terendam dapat menerima bantuan benih pengganti,” harapnya.(awa)