Sandyakala CafE Sediakan Makanan Angkringan

0
1 views
Sandyakala Cafe yang berada di Jalan Lunjuk Jaya No.19D, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang.

RADAR PALEMBANG – Diawali dengan tutupnya sebuah Angkringan, pendiri berinisiatif membuka sebuah Kafe. Tak hanya menyuguhkan menu-menu Kafe pada umumnya, Sandyakala Cafe tidak lupa untuk menyampingkan menu Angkringannya sewaktu dulu. Kafe tersebut berada di Jalan Lunjuk Jaya No.19D, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang.

“Diawali dari salah satu kami yang buka Angkringan di Palembang. Terus tutup ga lanjut. Pengen digedein, akhirnya kami ber-enam bikinnya, kita ga bikin Angkringan lagi, tapi Kafe.” ujar Zakky salah satu pemilik dari Sandyakala Cafe saat diwawancarai, Selasa (27/7/2021).

Menu Angkringan yang mereka angkat cukup beragam. Menurut Zakky, menu diantaranya seperti Nasi Bakar, Sate Kulit dan Taichan. Sementara untuk minuman kopi, salah satunya ada Vietnam Drip, Coffee Milk, serta Hazelnut Milk dari non kopinya.

Menyadari ketatnya persaingan pasar, Sandyakala punya minuman favorit yang jarang disediakan Kafe lain. “Kalau yang paling favorit itu Susu Pandan dan Kopi Pandan. Menurut saya juga di tempat lain masih jarang,” katanya.

Untuk kisaran harga, makanan ringan seperti Sate dihargai Rp 2 ribu per-tusuk. Sementara untuk Nasi Bakar, seharga Rp 10 ribu. Lebih dari itu, minuman kopi dan non kopi berada dikisaran Rp 10 ribu – 20 ribu.

Zakky menuturkan, konsep yang diemban dari Kafenya memiliki ruangan bawah minimalis, dan rooftop yang cocok untuk pengunjung menikmati senja. Maka dari itu, nama Sandyakala juga diambil dari bahasa sansekerta yang artinya serat merah saat senja.

“Itu masuk di kita soalnya ada rooftop, kalau lagi sore itu langitnya bagus, bakal keliatan banget cahaya merah waktu sore menjelang maghrib,” Tuturnya.

Di masa pandemi ini, Sandyakala salah satu Kafe yang terdampak. Bagaimana tidak, lantaran mahasiswa masih menerapkan sistem pembelajaran daring, hal ini membuat turunnya target pembeli. Padahal, Zakky menjelaskan target dari Sandyakala adalah mahasiswa.

Selain karena pandemi, PPKM memberi pengaruh pada jam buka kafe tersebut. “Ini karena PPKM kita bukanya dari jam 11 siang sampai jam 5 sore buat dine in. Kalau takeaway sampe jam 8 malam,” kata Zakky. (mg3)