Serabi Sandiri, Angkat Jajanan Tradisonal Khas Solo

0
Heppy Wijaya, pemilik Solo Sandiri

RADAR PALEMBANG – Serabi Solo, jajanan tradisional khas Solo dengan cita rasa manis serta gurih paling enak dinikmati sembari menikmati secangkir teh atau kopi. Namun, keberadaan penjual kue dengan bahan dasar tepung beras, santan, dan gula ini di Kota Palembang masih bisa dihitung dengan jari. Salah satunya ada Serabi Sandiri di Jalan Basuki tepat di depan Total Print yang menyediakan serabi dengan kelezatan tiada dua.

“Kebetulan mama mertua asli Solo, jadi tiap pulang ke tempat embah di Solo selalu  bawa serabi ke Palembang. Akhirnya mama nanya langsung sama orang sana cara buat serabi, jadi kalau kangen bisa bikin sendiri. Akhirnya aku pikir kenapa gak buka di Palembang, karena di sini masih jarang yang jual,” tutur Heppy Wijaya, pemilik Solo Sandiri kemarin.

Berbeda dengan serabi Bandung yang dinikmati dengan kuah kinca, serabi Solo tidak memakai kuah, karena saat pengolahan menggunakan santan sehingga rasanya sudah gurih. Selain itu, proses pematangan serabi juga berbeda. Serabi Solo dipanggang dengan menggunakan wajan khusus di atas tungku arang kemudian serabi digulung dan dibungkus daun pisang sehingga menebarkan aroma wangi yang menggugah selera.

Tempat yang buka mulai pukul 8.00 – 21.00 WIB ini menyediakan serabi dengan berbagai varian rasa mulai dari original, mocca, nangka, durian, cokelat, keju, pandan, dan nanas. “Tapi sekarang varian yang ready cuma original, cokelat, keju, dan durian,” imbuhnya.

Untuk harga, serabi Solo dijual mulai dari harga Rp 30.000 – Rp 35.000 per pax isi 10 yang bisa dipesan melalui nomor WhatsApp 0812 9291 6996 atau DM Instagram @serabi_sandiri. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, serabi hanya bisa bertahan selama 15 – 18 jam. “Lebih dari 18 jam, serabi bisa berlendir, jadi kalau belum mau dimakan, bisa dimasukkan ke kulkas bisa tahan dua hari. Kalau mau dihangatkan, bisa menggunakan microwave atau dikukus sebentar,” tutupnya. (hen)