Tak Terima Anak Ditilang Seorang Warga Kejar Polantas Pakai Celurit 

0
tak terima anak ditilang bapak kejar polantas pakai celurit dan parang

RADAR PALEMBANG – Beredar video di media sosial seorang mengejar polisi lalu lintas (Polantas) dengan celurit. Diduga pria tersebut mengejar Polantas dengan celurit lantaran tak terima motor yang dikendarai anaknya disita.

Dari keterangan pihak kepolisian, pria tersebut berinisial MN (39), dan kejadian tersebut terjadi di Bentung Banyuasin Sumatera selatan “Iya benar, video yang beredar itu benar,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Ikang mengatakan peristiwa itu terjadi ketika anggota Satlantas Polres Banyuasin sedang melakukan razia kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Jalan lintas timur Sumatera, Palembang-Betung, Simpang Tugu Polwan, Banyuasin, Kamis (25/11) pagi.

“Korban tidak ada luka. Kejadian itu terjadi saat anggota tengah melakukan kegiatan rutin di Simpang Tugu Polwan, Betung, tadi pagi,” katanya.

Menurutnya, peristiwa itu bermula saat petugas Satlantas berinisial AN menyetop motor yang diduga dikendarai anak MN. Pemotor itu disetop karena tidak memakai helm. Saat diperiksa, STNK motor itu ternyata sudah mati sehingga motor tersebut disita.

“Tak lama setelah menyita motor anak pelaku. Pelaku datang mengendarai minibus berhenti tepat di lokasi kejadian, pelaku turun dari mobil dan langsung mengejar petugas dengan dua bilah sajam jenis celurit dan parang panjang, hendak menikam korban,” katanya.

Polantas berinisial AN terjatuh di parit. Warga kemudian berupaya melerai agar tidak terjadi perkelahian. MN kemudian kabur ke arah Musi Banyuasin. Polisi kemudian mengejar dan berhasil mengamankanya pada siang hari. Selain itu, polisi menyita barang bukti berupa celurit, parang, satu unit motor, dan satu unit mobil.

“Pelaku yang kabur ke arah Muba ditangkap tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tidak senang anaknya diberikan sanksi tilang oleh anggota Kepolisian yang sedang bertugas,” katanya.

“Pelaku kini ditahan dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 335 KUHPidana dan Pasal 212 KUHPidana jo Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Sajam,” jelasnya. (tim/bot)