Warga PALI Kembali Masak Pakai Kayu Bakar

0
LANGKA: Warga di Kabupaten PALI kembali memasak menggnakan kayu bakar akibat elpiji 3 kg langka.

RADAR PALEMBANG –  Gas melon atau gas yang disubsidi pemerintah dengan ukuran berat 3 kilogram yang biasanya warga mendapatkan harga Rp 23.000 per tabung, kini langka di pasaran. Akibatnya warga mengeluh karena akibat susah mendapatkan gas tersebut warga terpaksa mencari kayu bakar, serta kalaupun ada harganya naik mencapai Rp 30.000 per tabung.

Seperti dikeluhkan Mardiyah, salah satu ibu rumah tangga asal Kecamatan Talang Ubi, dirinya mengaku dalam menghemat pengeluaran gas, kayu bakar sebagai solusi meskipun dengan cara itu dirinya harus menahan sesak akibat asap yang ditimbulkan dan terpaksa mengajak suami menunggu tungku  kayunya.

“Harga gas disini antara Rp 27.000 sampai Rp 30.000 per tabung, walaupun mahal tapi tetap susah didapat. Akibat itu terpaksa kami pakai kayu bakar dan suami pun harus turun tangan membantu memasak di dapur dan mencarikan kayu bakarnya, karena kalau dikerjakan sendiri terlalu repot,” ujar Mardiyah, Selasa (25/1).

Sama halnya dikeluhkan Ayu, pedagang gorengan di sekitar Simpang Lima Pendopo, bahwa ditempatnya harga gas melon lebih dari Rp 30.000 per tabung.

“Kalau kami susah untuk menyiasati kelangkaan gas apalagi harus pakai kayu bakar, satu-satunya cara saya harus mencari gas sampai dapat meski harga jauh lebih tinggi. Tentu saja, atas mahalnya gas itu membuat keuntungan hasil berjualan berkurang belum lagi harga minyak goreng yang katanya sudah turun tapi saya belum merasakannya,” tuturnya.

Sementara itu salah satu pedagang eceran yang enggan disebutkan namanya mengaku kenaikkan harga ini bukan kehendaknya, akan tetapi sulitnya mendapatkan gas dari pihak agen.”Susahnya mendapatkan pasokan gas dari agen terpaksa kami naikan harganya. Sebab, kami harus mengambil gas ke tempat agen apabila stok gas tetap ada,” katanya. (whr)