Warga Sematang Borang Manfaatkan Biogas dari Kotoran Sapi

0

 

RADAR PALEMBANG – Untuk memenuhi kebutuhan gas yang semakin langka dan mahal, Agus Irawan, lulusan Politeknik Negeri Sriwijaya Fakultas Teknik Kimia berhasil meluncurkan Biogas yang berasal dari sampah limbah yakni kotoran sapi untuk dimanfaatkan warga Kecamatan Sematang Borang.

“Walaupun biogas ini belum 100 persen selesai, baru sekitar 80 persen, tapi warga di Kecamatan Sematang Borang selama satu bulan ini tidak lagi menggunakan gas elpiji tapi pakai biogas,” tutur Agus usai peresmian biogas percontohan di Jalan Dharma Bhakti Rr 21 Rw 03 Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang Palembang, Jumat (14/1).

Disebutkan Agus, selain menyiasati kelangkaan gas, ia juga ingin membuat tempat edukasi bagi masyarakat luas untuk belajar langsung mengenai energi terbarukan dan ramah lingkungan ini. “Bisa jadi biogas nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat di Palembang bahkan Sumsel,” ujarnya.

Selain itu, ia juga ingin memberikan informasi ke masyarakat bahwa tidak semua generasi muda hanya suka main tiktok tetapi ada juga yang positif dan kreatif.

Dijelaskan Agus, untuk satu tabung gas ukuran 3 kg, dibutuhkan 40 kg kotoran empat ekor sapi dewasa. Setelah melalui proses fermentasi, gas yang dihasilkan akan disimpan di dalam tempat penyimpanan berupa tedmon, lalu disalurkan ke warga Sematang Borang melalui pipa. “Nanti ke depan kita akan coba salurkan dalam bentuk tabung,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Ir. H. Amiruddin M.Si mengatakan, masyarakat tidak hanya mengandalkan kerja di suatu instansi saja, seperti yang dilakukan anak-anak muda dalam pembuatan biogas patut diacungi jempol. Tidak hanya di bidang ini saja, menurut dia masih ada bidang lainnya seperti kuliner, fashion, kerajinan, dan lainnya yang dapat dijadikan peluang.

ia juga memberikan apresiasi anak muda seperti Agus untuk pemanfaatan biogas. “Kita hitung KK sekitar Sematang Borang, penyaluran biogas melalui pipa dapat mengcover 10 rumah saja sudah luar biasa. Apalagi ke depan katanya akan dalam bentuk tabung gas juga,” katanya.

Ditambahkannya, untuk selanjutnya Agus bisa menggandeng ESDM dan Litbang dalam hal penampungan kotoran hewan karena usaha ini merupakan embrio yang akan terus berkembang dan tumbuh besar.

“Kalau dari Dinas Koperasi dan UKM bentuk dukungan yang dapat kami berikan adalah data dan pelatihan. Kami akan support anak-anak muda kreatif untuk terus menyebarkan virus kewirausahaan untuk anak muda lainnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumsel, Yus Elisa atau biasa disapa Bunda Rayya. Disebutkannya, dengan adanya biogas ini tentu dapat memberikan dampak positif bagi Aspenku, di mana ke depan pihaknya bisa turut menggunakan biogas untuk kegiatan memasak.

“Setiap orang pasti butuh gas untuk memasak, apalagi bagi kami pengusaha kue dan kuliner. Memang untuk saat ini hanya tersedia untuk Sematang Borang saja, tapi tidak tertutup kemungkinan setelah disalurkan dalam bentuk tabung gas kami juga bisa bekerja sama,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ditambahkannya, pihaknya juga akan bekerja sama untuk ketersedian bahan baku seperti daging sapi. Karena dikatakannya, banyak dari anggota Aspenku memiliki usaha catering, bakso sapi, dan lainnya. (hen)